Rabu, 17 April 2013

KOLOID , SUSPENSI DAN LARUTAN SEJATI


Kali ini saya akan membahas tentang pelajaran kimia yaitu

KOLOID , SUSPENSI DAN LARUTAN SEJATI

Pengertian sistem koloid

Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletek antara larutan dan suspensi (campuran kasar ). sistem koloid terdiri atas dua fase yaitu fase terdispersi dan medium pendispersi . Contoh koloid yang sering kita temui : protein ,karbohidrat ,lemak ,susu ,krim salep dan lain lain .jadi sistem koloid berguna bagi manusia .

A.  Komponen Dan Pengelompokan Sistem Koloid

            1. Pengertian sistem koloid,larutan dan suspensi
  Sistem koloid adalah suatu sistem yang bila diamati secara makroskopis bersifat homogen tetapi saat diamati dengan mikroskop ultra maka besifat heterogen. Contoh susu dengan air.
  Larutan adalah campuran yang bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan meskipun menggunakan mikroskop ultra . Contoh : gula dengan air
  Suspensi adalah campuran yang bersifat heterogen artinya tidak dapat larut. Contoh : tepung dengan air.

2. Jenis jenis koloid
  Sistem koloid digolongkan berdasar pada jenis fase terdispersi dan medium terdispersinya
·         koloid yang mengandung fase terdispersi padat  disebut SOL
·         koloid yang mengandung fase terdispersi cair disebut EMULSI
·         koloid yang mengandung fase terdispersi gas disebut BUIH
·         sistem koloid yang jika partikel padat atau cair terdispersi gas disebut AEROSOL
·         zat yang dapat menstabilkan emulsi dan zat cair disebut EMULGATOR
·         koloid liofil yang setengah kaku disebut GEL

B. SIFAT SIFAT KOLOID

            1. Efek Tyndall dan Gerak Brown
       a. Efek Tyndall
        Efek tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid, dengan kata lain larutan sejati meneruskan cahaya sedangkan koloid menghamburkannya.
    Contoh : di daerah berkabut ,sorot lampu  mobil terlihat lebih jelas .
        b. Gerak Brown
    Gerak  brown adalah gerak acak (gerak zig zag ) ,gerak tidak beraturan dari partikel koloid . Sifat kinetik dapat terjadi karena disebabkan oleh gerakan termal dan gravitasi
Gerak brown menunjukan kebenaran teori kinetik molekul yang  mengatakan bahwa molekul molekul dalam zat cair senantiasa bergerak ,makin tinggi suhu makin cepat gerak brown karena energi kinetik molekul medium meningkat sehingga menghasilkan tumbukan yang lebih kuat.
            2. Muatan koloid
                 a. Elektroforesis
                        Elektroforesis merupakan peristiwa pergerakan partikel koloid yang bermuatan ke
                   salah satu elektroda dalam suatu sistem sejenis elektrolis,,elektrolisis dapat digunakan
                   untuk mendeteksi muatan suatu sistem koloid
                 b. Adsorbsi
                        Partikel koloid mempunyai kemampuan menyerap ion atau muatan listrik pada
                   permukaannya . Penyerapan pada permukaan ini disebut adsorbsi
                        Partikel koloid dapat mengadsorbsi ion ,muatan listrik dan zat yang berupa molekul
                   netral .
                 c. Koagulasi
                        Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan koloid
                   dapat distabilkan muatannya,jadi koloid yang bermuatan negatif akan digumpalkan
                   dianoda , sedangkan koloid yang bermuatan positif digumpalkan di katoda
                        Koagulasi atau pengendapan yang disebabkan oleh gaya gravitasi akan terjadi jika
                   sistem tidak bermuatan
                   Ada beberapa hal yang dapat yang dapat menyebabkan koloid bersifat netral ,yaitu:
                        1. menggunakan prinsip elektroforesis
                            pergerakan partikel koloid yang bermuatan ke elektrode dengan muatan yang
                        berlawanan.
                        2. penambahan koloid lain dengan muatan yang berlawanan
                        3. penambahan elektrolit
                        4. pendidihan
                            kenaikan suhu menyeabakan tumbukan antar partikel sol dengan air bertambah
                        banyak. Akibatnya elektrolit terlepas dan partikel tidak bermuatan
                 d. Pengolahan air bersih
                        Pengolahan air bersih didasarkan pada sifat sifat koloid yaitu kogulasi dan adsorbsi
            3. Koloid pelindung
                 suatu koloid dapat distabilkan dengan menambahkan koloid lain yang disebut koloid                   pelindung. Koloid pelindung ini akan membungkus partikel zat terdispersi sehingga tidak
            ada lagi yang mengelompok
            4. Dialisis
                 Dialisis merupakan proses pemurnian dalam suatu sistemkoloid dari partikel partikel
            bermuatan yang menempel pada permukaan ,dialisis dapat menghilangkan ion ion
            pengganggu . Pada proses digunakan selaput semipermeabel.

C.  Koloid Liofil Dan Koloid Liofob

1.  Koloid liofil (suka cairan).  Koloid dimana terdapat gaya tarik menarik yang cukup besar antara fase terdispersi dengan medium pendispersi . Contoh : sabun ,kanji dan deterjen
2.  Koloid liofob (tidak suka cairan). Koloid dimana terdapat gaya tarik menarik antara fase terdispersi dengan medium pendispersi yang cukup lemah atau bahkan tidak ada sama sekali . Contoh : dispersi emas ,belerang dalam air.

D. Pembuatan Sistem Koloid

            1. Kondensasi
                Merupakan cara kimia . Terjadinya kondensasi partikel molekul atau ion berabung
            membentuk partikel koloid.
            Reaksi kimia untuk menghasilkan koloid meliputi :
                a. Reaksi redoks
                        2H2S(g) + SO2 (aq)                      3S(s)(koloid) + 2H2O(l)
                b. Reaksi hidrolisis
                        FeCl3(aq) +3 H2O(l)                        Fe(OH)3(s)(koloid) + 3HCl(aq)
                c. Reaksi substitusi
                        2H3AsO3(aq) + 3H2S(g)              As2S3(s) (koloid) + 6H2O(l)
            2. Dispersi
                Dengan cara dispersi , partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid dan dapat dilakukan             dengan cara mekanik maupun kimia
            Yang termasuk cara dispersi :
            a. Cara mekanik
                Cara ini dilakukan dari gumpalan partikel yang besar kemudian dihaluskan dengan cara
            penggilingan sampai memperoleh tingkat kehalusan tertentu , kemudian diaduk dengan                     medium pendispersi
            b. Cara busur bredig
                Digunakan untuk membuat sol sol logam dengan loncatan bunga listrik .cara busur ini
            merupakan gabungan cara disperse dan cara kondensasi.
            c. Cara Peptisasi
                Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir butir kasar atau dari suatu endapan
            dengan bantuan pemeptisasi (pemecah)
            3. Koloid asosiasi
               berbagai jenis zat , seperti sabun dan deterjen ,larut dalam air tetapi tidak membentuk larutan , melainkan koloid . Molekul sabun atau deterjen terdiri atas bagian yang polar dan yang non polar . Sebagai bahan pencuci ,sabun dan deterjen bukan saja berfungsi sebagai pengelmusi tetapi juga sebagai pembasah atau penurun tegangan permukaan. Air yang mengandung sabun mempunyai tegangan permukaan yang lebih rendah sehingga lebih mudah meresap pada bahan cucian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar